Wednesday, January 20, 2016

Cara Konfigurasi Proxy Debian 6

MENGINSTALASI SISTEM OPERASI JARINGAN BERBASIS GUI
(GRAPHICAL USER INTERFACE)
MODUL PRAKTEK KONFIGURASI PROXY SERVER


I.         Dasar Teori
Proxy Server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet, atau dengan kata lain server proksi adalah suatu jaringan yang menjadi perantara antara jaringan lokal dan jaringan internet. Proxy server dapat berupa suatu sistem komputer ataupun sebuah aplikasi yang bertugas menjadi gateway atau pintu masuk yang menghubungan komputer kita dengan jaringan luar.
proxy server sebenarnya sangat sederhana. Ketika seorang pengguna layanan proxy meminta berkas, files, sambungan atau sumberdaya dari public server, maka proxy server meneruskannya ke internet seolah-olah proxy tersebut yang meminta. Dan ketika proxy server mendapatkan apa yang di minta pengguna, dia memberikan respon kepada pengguna seolah-olah dia adalah public server (internet). Dengan menggunakan proxy, maka identitas komputer menjadi tersembunyi. Proxy ini pada umumnya digunakan untuk kegiatan menyembunyikan identitas atau untuk menghindari pemblokiran akses ke suatu server.

Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah "agen keamanan" untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall.



Tiga fungsi utama proxy server adalah:
1.         Connection Sharing.
    Bertindak sebagai gateway yang menjadi batas antara jaringan lokal dan jaringan luar. Gateway juga bertindak sebagai titik dimana sejumlah koneksi dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya dan koneksi jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian koneksi dari jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki oleh gateway secara bersama-sama (connecion sharing).
2.         Filtering.
    Bekerja pada layar aplikasi sehingga berfungsi sebagai Firewalll paket filtering yang digunakan untuk melindungi jaringan lokal terhadap gangguan atau serangan dari jaringan luar. Dapat dikonfigurasi untuk menolak situs web tertenu pada waktu-waktu tertentu.
3.         Caching.
    Proxy Server memiliki mekanisme penyimpanan obyek-obyek yang sudah diminta dari server-server di internet. Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek yang merupakan permintaan dari para pengguna yang di dapat dari iternet.
II.      Tujuan
1. Dapat menciptakan jaringan internet pada sistem oprasi linux debian 6
2. Dapat mengkonfigurasi Proxy Server
3. Mampu menganalisa dan mengetahui sistem jaringan  pada sistem oprasi linux debian 6.
4. Dapat membuat keamanan (firewall) pada sebuah jaringan dalam skala tinggi.
5. Memblokir suatu situs dan memfilter akses jaringan.
III.   Peralatan Praktikum
1.      Sebuah perangkat jaringan komputer
2.      Sistem oprasi Debian 6
3.      Sistem oprasi windows
4.      ISO / CD Master debian 6
IV.   Langkah Kerja
1.    Share Koneksi dan SET Ip Tables
a.    1 buka tekt editor file sysctl.conf pada direktory /etc
$ nano /etc/sysctl.conf
hapus tanda pagar # dari net.ipv4.ip_forward=1
b.    buka text editor dari file rc.local pada direktory /etc
$ nano /etc/rc.local
tambahkan perintah sebelum / diatas exit 0
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
eth0 merupakan ethernet yang digunakan untuk mengkonfigurasi ip dari ISP
c.    masuk ke root terminal dan reboot debian server dengan perintah #reboot
masuk ke root terminal dan ketik perintah $ invoke-rc.d rc.local stop {enter}
$ invoke-rc.d rc.local start {enter}

2.    Instalasi dan Konfigurasi PROXY Squid Transparent
a.    apt-get install squid
b.    buka text editor squid.conf didalam direktory /etc
menggunakan perintah $ nano /etc/squid.conf
·         cari perintah http_port 3128 tambahkan transparent dibelakang perintah
sehingga menjadi http_port 3128 transparent
·         cari # https_access allow localnet hapus tanda pagarnya (#) dibelakang perintah
·         dan tambahkan perintah http_access deny bloking #//bloking adalah variable yg nanti akan dipanggil di acl
sehingga menjadi seperti dibawah.
http_access deny bloking
http_access allow localnet
http_access allow localhost
·         cari perintah acl connect method dan tambahkan perintah dibawahnya shg seperti dibawah.
acl bloking dstdomain "/etc/squid/bloksitus.txt"
bloksitus.txt adalah file txt yang sebelumnya sudah dibuat dan disimpan pada direktory squid
·         cari perintah visible_hostname tambahkan perintah dibawah #none
visible_hostname proxy.tkjsmk2kds.net
proxy.tkjsmk2kds.net adalah nameserver yang digunakan
·         cari perintah cache_mgr webmaster kemudian tambahkan perintah sehingga menjadi
cache_mgr webmaster@tkjsmk2kds.net
webmaster@tkjsmk2kds.net adalah nameserver yang digunakan
·         cari perintah cache_mem 8 MB kemudian hapus tanda # dibelakangnya                 
c.                buat alamat / situs yang akan di blok
·         dengan perintah nano /etc/squid/bloksitus.txt
·         tuliskan situs situs yang akan di bloking misal .kompas.com
d.    berikan hak akses pada direktory /etc/squid dengan perintah
·         chown -R proxy:proxy /etc/squid/* {enter}
·         chmod +x /etc/squid/* {enter}
e.    tambahkan firewall pada file rc.local
·         buka tekt editor rc.local dg perintah nano /etc/rc.local
·         tambahkan perintah dibawah iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
sehingga menjadi
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128
f.     masuk ke root terminal dan reboot debian server dengan perintah #reboot
g.    masuk ke root terminal dan ketik perintah $ invoke-rc.d rc.local stop {enter}

$ invoke-rc.d rc.local start {enter}

Tuesday, January 19, 2016

Cara Konfigurasi FTP server pada Debian


Cara Konfigurasi DHCP server Debian



1. Buka Root terminal / terminal kemudian login sebagai Super user agar mendapatkan untuk melakukan configurasi pada sistem,kemudian masukan CD atau ISO debian agar mendapatkan data untuk instalasi aplikasi.

2. Untuk memasukan CD tuliskan perintah “apt-cdrom add”.


3. Kemudian masukan perintah “apt-get update”,untuk memperbaruhi data.


4. Kemudian masukan perintah “apt-get install dhcp3-server” adalah perintah untuk install dhcp kemudian ketikan “y” lalu klik enter.



5. Jika ada dhcp terdapat tulisan failed itu karena dhcp belum di configurasi secara benar. Untuk mengisi ip pada dhcp server ketikan “nano/etc/network/interfaces” lalu enter.

6. Kemudian akan tampil teks editor, kemudian ketikan “auto eth0” kemudian di bawahnya “iface eth0 inet static” kemudian di bawahnya, masukan ip address 192.168.9.1/ 26 dengan printah “address 192.168.9.1” kemudian bawahnya lagi “netmask 255.255.255.192” kemudian simpan dengan perintah Ctrl + O kemudian enter lalu Ctrl + X.



7. Lalu masukan perintah “service networking restart” untuk merestart agar ip address berganti.



8. Untuk Configurasi DHCP buka teks editor pada direktory “/etc/dhcp/dhcpd.conf”,mengunkan perintah "nano /etc/dhcp/dhcpd.conf".



9. Kemudian akan muncul teks editor turun ke bawa hingga baris 50an setelah menemukan cara tulisan “A slighty different configurasi for an internal subnet” hilangkan semua tanda # dari di depan “subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224” sampai di depan “max-lease-time 7200”.



10. Kemudian ganti :
     a. Subnet menjadi 192.168.9.0
     b. Netmask menjadi 255.255.255.192
     c. Range menjadi 192.168.9.1 - 192.168.9.63
     d. Routers menjadi 192.168.9.1
     e. Broadcast menjadi 192.168.9.64
     Jika sudah selesai untuk menyimpan ketikan Ctrl + O kemudian enter lalu Ctrl + X.


11. Kemudian ketikan  “nano /etc/default/isc-dhcp-server ”.



12. Kemudian kemudian cari tulisan “INTERFACES= ” ”, ”kemudian isi interfacesnya eth0. kemudian untuk menyimpan ketikan Ctrl + O kemudian enter lalu untuk keluar Crt + X.



13. Kemudian restart dhcp dengan sintaks “service isc-dhcp-server restart”  jika dhcp sudah benar maka pada baris ke 2 dhcp tidak terdapat tulisan failed.




SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT UNTUK ANDA !!

100 Perintah dasar Linux



1. any_command –help : Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.

2. Ls : Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.

3. Ls –al : Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.

4. Cd directory : Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd - akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.

5. cp source destination : Mengopi suatu file

6. mcopy source destination : Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….

7. mv source destination : Memindahkan atau mengganti nama file

8. ln -s source destination : Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X

9. rm files : Menghapus file

10. mkdir directory : Membuat direktori baru

11. rmdir directory : Menghapus direktori yang telah kosong

12. rm -r files : (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux

13. More : Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.

14. less filename : Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,

15. pico filename : Edit suatu text file.

16. pico -w filename : Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.

17. lynx file.html : Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.

18. tar -zxvf filename.tar.gz : Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt

19. tar -xvf filename.tar : Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).

20. gunzip filename.gz : Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.

21. bunzip2 filename.bz2 : Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar.

22. unzip filename.zip : Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.

23. find / -name “filename” : Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).

24. locate filename : Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.

25. Pine  : Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai email yang sangat customize, yaitu mutt , 

26. talk username1 : Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut

27. Mc : “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.

28. telnet server : Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.

29. rlogin server : (remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.

30. rsh server : (remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.

31. ftp server : Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.

32. Minicom : Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).

33. /program_name : Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda

34. Xinit : Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).

35. Startx : Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1

36. startx — :1 : Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.

37. Xterm : (pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit

38. Xboing : (pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..

39. Gimp : (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.

40. Netscape : (pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7

41. netscape -display host:0.0 : (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost

42. shutdown -h now : (sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).

43. Halt : reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.

44. man topic : Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command –help.

45. apropos topic : Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..

46. pwd : Melihat direktori kerja saat ini

47. hostname : Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts

48. whoami : Mencetak login name anda

49. id username : Mencetak user id (uid) atau group id (gid)

50. date : Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000

51. time : Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date

52. who : Melihat user yang login pada komputer kita.

53. rwho –a : Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.

54. finger username : Melihat informasi user, coba jalankan; finger root

55. last : Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.

56. Uptime : Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.

57. Ps : (=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user

58. ps axu : Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap proses.v

59. top : Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu.

60. uname –a : Informasi system kernel anda

61. free : Informasi memory (dalam kilobytes).

62. df –h : (=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)

63. du / -bh : (=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).

64. cat /proc/cpuinfo : Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).

65. cat /proc/interrupts : Melihat alamat interrupt yang dipakai.

66. cat /proc/version : Versi dari Linux dan informasi lainnya

67. cat /proc/filesystems : Melihat filesystem yang digunakan

68. cat /etc/printcap : Melihat printer yang telah disetup

69. lsmod : (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load

70. set : Melihat environment dari user yang aktif

71. echo $PATH : Melihat isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik. Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh.

72. Dmesg : Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg).

73. Clear : Membersihkan layar

74. Adduser : Menambah pengguna

75. alias : Untuk membuat alias dan menampilkan alias yang sudah diset sebelumnya.

76. xhost : Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X.

77. xset : Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. 

78. wall : Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.

79. unalias : Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan di atas, gunakan perintah: $ unalias dir

80. su : Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

81. mesg : Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan

82. man : Untuk menampilkan manual pageatau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

83. ls :  Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah

84. fg : Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground.

85. grep : Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.

86. wc : Word Count, menampilkan jumlah bytes, kata dan baris dalam suatu file .

87.  vi : Teks editor vi.Syntax : vi [nama_file].
Beberapa perintah dasar vi yang banyak digunakan adalah : i : masuk ke mode INSERT, agar dapat melakukan pengetikan. dd : untuk menghapus sebanyak 1 baris. dnd : untuk menghapus sebanyak N baris. yyp : untuk meng-copy 1 baris penuh. [ESC] : untuk keluar dari mode yang sedang aktif. :w : untuk menyimpan file (w = write). :q : untuk keluar dari vi (q = quit). :wq : untuk menyimpan file dan langsung keluar dari vi (wq = write quit)Syntax : wc [options] nama_file

88. su : Untuk berganti user aktif. Jika hanya menggunakan su saja maka diasumsikan user yang dituju adalah root.

89. chgrp : Untuk mengganti grup pemilik suatu file atau direktori

90. cal : Menampilkan kalender

91. du : Menampilkan penggunaan kapasitas harddisk oleh suatu direktori.

92. df : Menampilkan penggunaan partisi harddisk secara keseluruhan. df –h

93. head : Secara default menampilkan 10 baris pertama pada suatu file. Jika ingin menampilkan jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option –n diikuti jumlah baris yang diinginkan.

94. history : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya. Note: Linux memiliki fasilitas untuk menyimpan perintah-perintah yang pernah digunakan.

95. init : Untuk mengganti run level. Note: Karena penggunaan run level adalah hal yang berpengaruh besar pada sistem, maka untuk melakukan ini harus menggunakan SUPER-USER atau yang memiliki kemampuan sama dengan root.

96. ping : Untuk melakukan test konektivitas/hubungan antara dua komputer dalam suatu jaringan (LAN).

97. logout : Untuk keluar dari sistem.

98. Find : Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. 

99. More : Mempaging halaman, seperti halnya less

100. Zip : Perintah ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga perintah gzip dan unzip.